Ketika Anak Menjelang Puber

Assalamualaikum Wr Wb

Selama dua minggu kemaren, saya berkeliling melakukan rechecking kegiatan Bhakti TNI KB Kesehatan. Kebetulan hari ini, kebagian jadwal di Kota Bandung. Ada beberapa anak SD yang menyambut kedatangan kami berjejer sebelum koramil Arcamanik. Mereka berjejer di dekat koramil yang sedang melangsungkan upacara adat sunda penyambutan tamu. Mereka kelihatan bersemangat mengibarkan bendera kertas bertuliskan hurup “KB” dan logo “dua anak cukup”.

Karena upacara adat penyambutan lumayan lama, saya iseng-iseng mengisi waktu berdialog dengan anak-anak SD itu. Saya berdialog hal-hal ringan dengan mereka, mulai dari menanyakan nama, kelas berapa, dan apa cita-cita mereka. Anak-anak ini begitu bersemangat berdialog dengan saya. Bahkan beberapa anak sengaja mendekat dan ngomong pengen diwawancara katanya hehehe.

Ketika saya tanyakan cita-cita, anak-anak kelas 5 SD ini menjawab bervariasi. Dokter, Guru, Guru Tk, dll adalah cita-cita yang mereka sebutkan. Diam-diam saya amini jawaban mereka. Kemudian, saya nyeletuk nanya: “Sudah punya pacar belum?”

Mereka tertawa dan saling tuduh dengan temannya. Ih, gemes deh, masa baru kelas lima SD sudah punya pacar? (lha saya, kelas lima SD udah tau apaan?)

Antara pengen ketawa dengan jawaban mereka yang polos, dan miris dengan kepolosan mereka tentang pacaran, saya iseng memberikan sedikit penyuluhan dengan bahasa yang kira-kira bisa dimengerti anak-anak. Saya ceritakan bahwa seorang anak perempuan akan mengalami kejadian yang bernama menstruasi. Biasanya menstruasi ini akan terjadi antara kelas 6 SD hingga kelas 1 SMP. Saya perhatikan wajah mereka, kelihatan antusias menyimak sekaligus malu-malu.

“Kalian tau ngga menstruasi itu apa?”

Mereka menggeleng. Saya pun menjelaskan bahwa sedikit tentang menstruasi dengan sederhana. Tidak lupa saya sisipkan juga pesan untuk tidak pacaran dulu.

“Kalian kalau sudah menstruasi, harus hati-hati. Tidak boleh pacaran bebas dengan laki-laki. Kalau ada orang dewasa yang ngajak kemana gitu, jangan mau. Nanti bisi hamil.” Mereka pun bergidik.

“Jadi kalau nanti mulai mens, kalian jangan panik. Cerita aja sama mama. Karena itu wajar terjadi pada perempuan. Tapi, kalian mesti ingat, kalo sudah mengalami mens, jangan sembarangan bergaul.” Tutup saya, dan mereka pun tersenyum malu-malu.

Begitulah, ternyata anak SD sekarang lebih cepat dewasa ketimbang jaman kita masih SD ya? Kelas lima aja udah kenal yang namanya pacaran. Duh, padahal usia mereka masih kecil ya? Apalagi pengetahuan mereka tentang sistem reproduksi masih sangat minim. Saya pikir sudah saatnya memberikan edukasi tentang sistem reproduksi ke anak-anak ini. Melalui tulisan ini, saya ingin sedikit berbagi tentang informasi yang bisa diberikan ke anak-anak pra puber supaya mereka paham dan peduli dengan perubahan tubuh mereka.

Ilustrasi anak-anak (doc HS.2010)
Ilustrasi anak-anak (doc HS.2010)

Sebagai orang dewasa yang berada di lingkungan sekitar anak-anak, ada baiknya kita sedikit peduli dengan mereka. Ini saya coba rangkumkan sedikit hal tentang kesehatan reproduksi (perempuan dan pria) yang bisa anda bagi dengan anak-anak:

  1. Beritahu mereka, bahwa pada usia sekitar 10 – 15 tahun, mereka akan mengalami pubertas. Tidak perlu menggunakan bahasa ilmiah yang tidak dimengerti anak-anak. Cukup saja berikan pemahaman kepada mereka bahwa bagian tubuh mereka akan mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan jelas berbeda.
  2. Beritahu anak laki-laki anda bahwa pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Mungkin anak akan merasa malu mengutarakan bahwa dia mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya. Tapi percayalah, dengan pendekatan yang menyenangkan, anak anda akan terbuka. Tidak perlu memaksa mereka untuk bercerita. Kenali saja tanda-tandanya. Jika suara anak laki-laki anda berubah menjadi agak sember, tubuh mulai menjangkung, mulai merasa malu ketemu lawan jenis, itu artinya dia sedang mengalami pubertas. Meskipun anak laki-laki anda tidak bercerita bahwa dia sudah mengalami mimpi basah, yang harus anda lakukan adalah memberikan pemahaman kepada mereka bahwa ketika seorang laki-laki telah mengalami mimpi basah, itu artinya tubuhnya sudah memproduksi sperma secara aktif. Jangan lupa untuk memberikan informasi tentang sperma itu apa, dan bagaimana pengaruhnya terhadap dia. Hal terkait reproduksi pria bisa dibaca pada link ini dan juga di sini. Kemudian beritahu juga kepada anak laki-laki anda untuk pandai menjaga diri. Jangan kebablasan bergaul dengan lawan jenis. Tak lupa, bekali mereka dengan ilmu agama agar tidak terbawa arus negatif yang semakin gencar saat ini.
  3. Bagi anak-anak perempuan, beritahu mereka bahwa pada usia 10 – 15 tahun, mereka akan mengalami menstruasi untuk pertama kali. Informasikan kepada anak-anak gadis ABG anda tentang apa itu menstruasi. Cukup dengan bahasa yang sederhana. Tidak perlu njlimet. Mengenai menstruasi dan sistem reproduksi perempuan, bisa dilihat pada video di link ini.
  4. Berikan pemahaman kepada anak-anak perempuan bahwa bagian tubuhnya akan berubah. Salah satunya adalah perubahan payudara. Tidak perlu malu karena hal tersebut adalah kodrat seorang perempuan. Tidak perlu juga dia membungkukkan badannya karena payudaranya mulai tumbuh. Yakinkan anak perempuan anda bahwa organ payudara ini menjadi salah satu ciri perempuan dewasa. Oleh sebab itu, mereka harus pandai-pandai merawat dan menjaga dirinya.
  5. Berikan pakaian dalam yang menunjang bagi anak perempuan anda. Bisa dimulai dengan miniset (mungkin?).
  6. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan, harus pandai menjaga kebersihan badannya. Karena pada usia puber seperti ini, bau badan akan mudah berubah. Jika tidak pandai menjaga kebersihan badan, mungkin badannya akan berbau semerbak tidak enak.
  7. Yang terakhir, berikan pemahaman kepada anak-anak anda agar tidak sembarangan bergaul dengan lawan jenis. Berikan juga pemahaman kepada mereka, untuk menjaga diri ketika bertemu orang asing dewasa. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan, mereka harus diberitahu agar jangan mudah tergiur dengan tawaran orang dewasa, baik yang sudah dikenal maupun yang baru kenal. Ini sebagai bentuk proteksi kita, selaku orang tua, terhadap tindak kejahatan terhadap anak.

Hal-hal di atas mungkin tidak mudah dilakukan. Tapi percayalah, dengan anda membuka komunikasi kepada anak-anak anda yang menjelang pubertas, mereka akan memiliki kepercayaan untuk bercerita kepada anda. Ajak anak-anak ngobrol ringan seputar sekolahnya, seputar teman-temannya, hingga seputar dirinya. Anak-anak yang kemaren saya ajak ngobrol aja, akhirnya antusias mendengarkan penjelasan saya tentang perubahan yang bakal terjadi pada diri mereka pada usia 10-15 tahun. Apalagi anak anda, pasti bakal lebih antusias jika anda (ibu atau bapaknya) yang langsung memberitahu mereka.

Yuk, kita mulai pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak, dimulai dari lingkungan keluarga. Karena untuk menciptakan generasi yang berkualitas, harus dimulai dari keluarga.

Sekian. (HS.2015)

Bdg,29102015

Iklan

3 thoughts on “Ketika Anak Menjelang Puber

  1. Sex education? Mau donk materinya dr pakar kalo bisa per level usia. Termasuk buat guru2 dan orang tua yang kadang bingung jawab ketika ditanya masalah pubertas dan genitalia.
    Pengalaman seorang teman dia memaparkan proses senggama (masuknya alat kelamin pria k wanita) dr buku2 level universitas, katanya si anak mengerti. Tapi apa seperti itu pendidikan yang seharusnya?
    Arigatou 😊

      1. Ya, terima kasih sebelumnya. Saya pikir penting untuk terus disosialisasikan. Entah siapa yg paling berhak untuk tugas ini. Seperti diulas ditulisan di atas, miris melihat perilaku anak sekarang.
        Dulu waktu ikut PMR ada yg namanya pendidikan remaja sebaya, ga tau deh kayaknya cuma mempan saat menerima materi. Realnya? Tetep aja ada yg kebablasan.
        Bahaya sekarang, anak2 mudah menerima informasi tapi malu (?) bertanya. Hasilnya mereka cari tahu sendiri. Maap agak nyampah komennya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s