Tentang KB dan Keputihan

Ada sebuah pertanyaan dari salah seorang pengunjung blog. Pertanyaannya sih udah beberapa bulan lalu, tepatnya di bulan mei 2015 dari salah seorang ibu di Kota Bandung. Tapi baru saya buka hari ini (Agustus) mengingat banyak sekali komentar yang harus saya moderasi. #kewalahan.

Isi pertanyaannya kira-kira begini:

“Saya setelah pakai iud jd keputihan . memang efek nya seperti itu? sampai brp lama?atau memang tdk cocok menggunakan iud.”

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya harus mencari tahu dulu tentang apa dan bagaimana itu keputihan. Saya tidak pernah mengalami keputihan, jadi saya tidak tau bagaimana menjawab pertanyaan di atas. Karena saya tidak paham apa itu keputihan, jadilah saya membaca buku “Seluk Beluk Kesehatan Reproduksi Wanita” Karangan Dita Andira, terbitan APlus Jogjakarta.

Dalam buku Mbak Dita ini, saya mendapatkan pengetahuan terkait keputihan. Apa itu keputihan, dan bagaimana keputihan bisa terjadi. Agar ilmu yang saya peroleh dari buku Mbak Dita bermanfaat, maka saya coba bagi lagi di sini. Sekaligus menjawab pertanyaan salah seorang komentator yang bertanya di atas yaa.

Apa itu Keputihan?

Keputihan, atau diistilahkan dengan nama Fluor Albus, merupakan kondisi dimana mulut vagina mengeluarkan cairan yang berwarna putih kekuningan, atau hijau kekuningan kalau keputihannya parah. Biasanya keputihan ini menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman pada area Mrs. V anda. Bahkan pada beberapa kasus, bisa menimbulkan bau tak sedap loh. Keputihan ini bisa terjadi pada setiap perempuan. Tidak hanya perempuan dewasa saja, anak-anak, orang tua, bahkan bayi, juga bisa mengalami keputihan. Ternyata keputihan tidak bisa dipandang enteng. Kalau tidak ditangani dengan benar, keputihan ini bisa menyebabkan hamil di luar kandungan loh. Bahkan katanya bisa juga mengakibatkan kemandulan.

ilustrasi (Hs.2015)
                                                                           ilustrasi (Hs.2015)

Apa sih Penyebab Keputihan?

Menurut buku yang saya baca, keputihan ini bisa diakibatkan karena beberapa hal. Bisa karena jamur, bakteri, virus, dan juga parasit.

Keputihan yang disebabkan jamur, biasanya akan menyebabkan rasa gatal pada sekitar Mrs. V anda. Jamur jenis Candida albicans ini akan mengakibatkan keputihan yang berwarna putih kekuning-kuningan dengan bau tertentu dank has. Keputihan ini bisa saja disebabkan karena penggunaan pil KB, steroid, diabetes, obesitas, antibiotik, dll.

Keputihan yang disebabkan bakteri, biasanya disebabkan oleh bakteri Gardnerella, sehingga diistilahkan dengan nama bacterial vaginosis. Biasanya cairannya encer dan berwarna putih keabu-abuan. Aromanya? Amis. Nah, keputihan inilah yang biasanya muncul pada saat hamil, setelah penggunaan IUD, atau yang sering berganti pasangan.

Kemudian, yang ketiga adalah keputihan akibat virus. Biasanya akibat virus HIV/AIDS, Condyloma, hingga virus herpes.  Biasanya keputihan ini disertai rasa panas.

Keputihan yang terakhir, diakibatkan parasit Trichomonas vaginalis. Keputihan ini biasanya berwarna kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa. Bahkan bisa membuat gatal dan iritasi. Keputihan karena parasit ini bisa menular lewat peralatan mandi yang dipakai bersama, pakaian dalam yang dipakai bersama (emang ada?), atau duduk di kloset yang terkontaminasi parasite Trichomonas.

Bagaimana cara mencegahnya?

Cara pencegahan keputihan ini sangat berkaitan dengan pola hidup dan kebersihan. Untuk menghindari resiko terjadinya keputihan, cobalah untuk menghindari penggunaan pakaian dalam yang ketat. Celana berbahan jeans yang ketat juga sebaiknya tidak terlampau sering dipakai. Sebab jika terlalu sering menggunakan pakaian ketat akan memudahkan jamur tumbuh di area sana. Jamur inilah yang akan memicu terjadinya keputihan.

Tus, katanya jangan terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula. Karena dengan menghindari makanan manis, kemungkinan kena infeksi jamur jadi lebih kecil. Mungkin ada hubungannya dengan kondisi berkurangnya glukosa di area Mrs V? dunno…

Ketiga, sebisa mungkin hindari pemakaian sabun-sabunan higienis pembersih area mrs. V. kenapa? Sebab sejatinya area Mrs. V memiliki pH asam. Kondisi pH asam ini akan mematikan bakteri dan jamur di sana. Nah, kalo keseringan pakai sabun-sabunan pembersih ini, flora normal yang ada di area sana akan mati. Akibatnya pH di sana menjadi tidak asam lagi. Ketika kondisi area tidak asam, akan lebih mudah bagi para penyusup seperti bakteri dan jamur untuk tumbuh di sana. Bisa ditebak dong, keputihan datangnya dari mana kalo sudah seperti itu?

Nah yang terakhir, keputihan ini bisa saja terjadi karena efek pemasangan IUD. Maksudnya, bisa saja pada saat pemasangan IUD, ada alat yang kurang steril. Di samping itu, adanya IUD di dalam tubuh, akan memicu keluarnya cairan-cairan di area Mrs. V yang dapat mengundang jamur dan bakteri. Akibatnya ada bakteri yang ikut masuk. Sehingga terjadilah keputihan. Jika sudah seperti ini, lakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter ahli. Kemungkinan besar, alat kontrasepsi yang digunakan tersebut harus segera diganti.

Nah, sudah jelas ya… jadi, jawaban  pertanyaan ini “Saya setelah pakai iud jd keputihan . memang efek nya seperti itu? sampai brp lama?atau memang tdk cocok menggunakan iud.”

Adalah: ada kemungkinan emang karena efek pemasangan IUD. Coba jaga kebersihannya. Belum tentu tidak cocok juga sih, bisa jadi karena kurang steril pada saat pemasangan IUD tersebut.

Semoga apa yang saya baca dan saya tuliskan kembali untuk anda ini menjadi bermanfaat. Terima kasih. (HS. 2015).

Iklan

3 thoughts on “Tentang KB dan Keputihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s