Seputar KB dan Menstruasi (2)

(2) Fase Menstruasi, Masa Subur, Volume darah Haid.

Assalamualaikum…

Setelah bagian 1 saya publish, postingan kali ini masih membahas tentang menstruasi ya. Soalnya ini ada hubungannya dengan kesehatan reproduksi, kehamilan, dan tentu saja alat KB yang bisa dipakai. Blog ini kan blog tentang KB, jadi ya saya coba bahas yang berkaitan dengan KB.

Kalo kemaren saya tuliskan tentang mengenal menstruasi, sekarang kita coba bahas tentang fase-fase menstruasi dan hubungannya dengan masa subur ya. Apa sih masa subur itu?Masa subur adalah masa dimana sel telur yang diproduksi sudah matang dan bersemayam pada saluran telur (tuba falopii) dan siap untuk dibuahi.

ini penampang rahim. nah, dinding rahim itu yang warna putih. itulah yang menebal dan meluruh (HS.2015)
ini penampang rahim. nah, dinding rahim itu yang warna putih. itulah yang menebal dan meluruh (HS.2015)

Jadi begini, setiap perempuan itu memiliki bakal  sel telur yang terbentuk sejak sebelum lahir. Jumlah bakal sel telur ini kurang lebih 300 ribu sampai 400 ribu sel. Dari sekian ratus ribu bakal sel telur tersebut, hanya 400-an saja yang benar-benar matang. Bakal-bakal sel telur ini berada dalam indung telur (ovarium).

Indung telur atau ovarium, akan mengeluarkan satu buah sel telur yang sudah matang setiap bulannya. Pada saat yang bersamaan, dinding Rahim akan menebal. Hal ini dilakukan dinding Rahim sebagai bentuk persiapan jika terjadi kehamilan. Dinding Rahim yang menebal ini akan menjadi bantalan bagi sel telur jika sudah bertemu sperma.

Sel telur yang dikeluarkan oleh ovarium tersebut, kemudian akan bersemayam pada saluran telur (tuba falopii , lihat gambar). Di tuba falopii ini, sel telur menunggu untuk dibuahi. Nah pada saat sel telur berada di saluran tuba falopii inilah yang dinamakan masa subur. Bisa dipahami dong ya? Jadi sederhananya, masa subur ini adalah masa dimana sel telur seorang perempuan sedang aktif dikeluarkan oleh indung telur (ovariumnya).

Masalahnya adalah anda tidak bisa melihat proses-proses tersebut, karena proses pelepasan sel telur berlangsung di dalam Rahim. Nah untuk mengetahui kapan periode masa subur tersebut, anda dapat menghitung siklus menstruasi anda. Biasanya sel telur tersebut akan dirilis Antara hari ke 12 sampai hari ke 16 siklus haid. Nah untuk mengetahui siklus haid tersebut, coba anda lakukan penelitian terhadap diri sendiri dengan cara menghitung hari pertama haid, hingga h-1 haid berikutnya. Itulah satu siklus haid anda.

Bingung? Sama hehehe.

Sederhananya begini, biasanya satu minggu sebelum dan satu minggu setelah haid, adalah masa subur seorang perempuan. Artinya, ketika anda dan suami berhubungan badan pada masa tersebut, kemungkinan besar untuk hamil sangat terbuka lebar. Pakailah alat kontrasepsi jika berhubungan pada masa-masa tersebut, jika tidak ingin hamil.

Selanjutnya, apabila sel telur tersebut tidak ketemu dengan sperma, bisa dipastikan sel telur tersebut akan hancur. Dan dinding Rahim yang tadi menebal, akan meluruh, keluar bersama darah dari perlukaan di dinding Rahim. Itulah yang disebut dengan menstruasi.

Lama waktu menstruasi setiap perempuan akan berbeda-beda. Namun, menurut beberapa literatur, darah yang dikeluarkan pada saat menstruasi tersebut hanya berkisar empat sampai enam sendok saja. Atau jika diukur, Antara 50-150 mL.  Menurut dokter Avis, kurang lebih hanya tiga kali ganti pembalut saja.

Lalu bagaimana dengan seorang perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi IUD? Nah, volume darah haid pada pengguna IUD akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini karena adanya alat di dalam Rahim yang berpengaruh terhadap ‘penyembuhan’ luka akibat peluruhan dinding Rahim tersebut. Sebenarnya saya pernah menuliskan tentang hal ini pada salah satu artikel saya. Berikut saya kutipkan lagi isi artikel yang menuliskan faktor penyebab darah haid menjadi lebih banyak pada saat menstruasi.

Pada saat seorang perempuan memilih untuk ber-KB IUD, maka akan ada alat kontrasepsi yang merupakan benda asing bagi rahim.  Karena IUD ini berbahan dasar padat, maka pada saat dinding rahim bersentuhan dengan IUD bisa saja terjadi perlukan. Hal inilah yang dapat mengakibatkan keluarnya bercak darah (spotting) di antara masa haid. Demikian pula ketika masa haid, darah yang keluar menjadi lebih banyak karena ketika haid, terjadi peluruhan dinding rahim. Proses ini menimbulkan perlukaan di daerah rahim, sehingga apabila IUD mengenai daerah tersebut, maka akan menambah volume darah yang keluar pada masa haid anda. Darah yang keluar bisa dibedakan, biasanya jika spotting, yang keluar adalah berwarna merah segar, sedangkan pada saat haid, darah akan berwarna kecoklatan.

Demikian. Jadi nggak penasaran lagi dong ya, kenapa volume haid saat pakai IUD lebih banyak dari biasanya. Semoga bermanfaat.

Salam (HS)

Iklan

2 thoughts on “Seputar KB dan Menstruasi (2)

  1. Malam dokter..
    Saat ini saya sedang konsumsi pil KB, tp karena info dokter pilnya unlimited, saya baru dapat pilnya 2minggu stlh konsul. Setelah beli saya langsung minum, tp stlh baca petunjuk ternyata dianjurkan diminum pada saat haid hari pertama.
    Bagaimana menurut dokter, apakah saya lanjutkan/distop sampai haid berikutnya datang ?
    Saya terakhir haid 1minggu lalu..
    Trims
    Ismie

    1. tidak masalah sih kalo dilanjut juga, asal dipastikan bahwa saat mengonsumsi pil tersebut, tidak terdeteksi hamil. jadi pemakaiannya diitung sejak minum pil tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s