Seputar KB dan Menstruasi (1)

(1) Mengenal Menstruasi

Assalamualaikum Wr Wb.

Apa kabar para pembaca blog tentang kb? Eh, ini masih bulan syawal kan ya? Belum telat dong buat ngucapin minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin.

Iya, saya mohon maaf kepada anda sekalian, nge-update blog ini kembang kempis. Kayak mau tapi nggak mau. Sekali lagi, mohon maaf banget. Karena blog ini saya kelola sendirian, sementara sayanya kemarenan sibuk beresin sesuatu. Alhamdulillah sih, udah kelar. Tinggal nunggu penggeseran tali toganya aja hehehe.

Oya, kawan-kawan pembaca, dari tadi pagi saya coba jawab komentar yang masuk, haduuh banyak banget. Dan rata-rata pertanyaannya adalah seputar menstruasi. Jadilah saya bingung jawabnya. Gimana bisa jawab, menstruasi aja nggak pernah hehehe.

Nah karena pertanyaan-pertanyaannya seputar menstruasi, saya akhirnya baca buku karangan Dita Andira yang judulnya Seluk Beluk Kesehatan Reproduksi Wanita. Terbitan A Plus Books tahun 2009. Dalam bukunya mbak Dita ini dibahas tentang seluk beluk menstruasi. Lumayan memberikan pencerahan sih buat saya yang ‘terpaksa’ harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang KB dan kaitannya dengan menstruasi. Dan melalui tulisan ini, saya coba share apa yang sudah (baca: sedang) saya baca dari bukunya Mbak Dita tersebut.

Menstruasi atau diistilahkan dengan haid, merupakan kejadian yang wajar pada setiap perempuan dewasa. Setiap bulan, seorang perempuan dewasa yang belum menopause pasti akan mengalami menstruasi. Karena menstruasi ini sebenarnya merupakan pelepasan lapisan endometrium karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur yang telah dilepaskan. Lapisan endometrium inilah yang keluar bersama darah setiap bulannya.

Bingung ya?

ini penampang rahim. nah, dinding rahim itu yang warna putih. itulah yang menebal dan meluruh (HS.2015)
ini penampang rahim. nah, dinding rahim itu yang warna putih. itulah yang menebal dan meluruh (HS.2015)

Jadi sederhananya gini, setiap bulan, Rahim perempuan itu akan mengeluarkan sebuah sel telur. Pada masa subur, sel telur ini akan bersemayam pada saluran telur atau tuba falopii. Dan pada saat yang bersamaan, dinding Rahim akan menebal, sebagai persiapan untuk fase kehamilan. Jika perempuan tersebut berhubungan dengan seorang laki-laki, dan sperma masuk ke Rahim, kemungkinan sel telur yang ada dalam tuba falopii tersebut akan terbuahi. Itulah yang disebut dengan pembuahan dan selanjutnya akan terjadi kehamilan. Pada masa kehamilan inilah, endometrium akan menjadi tempat sel telur tumbuh.

Nah apa jadinya jika si sel telur tersebut tidak dibuahi? Jika tidak dibuahi, sel telur ini akan tereduksi/mati dan endometrium atau lapisan dinding Rahim yang sudah menebal tersebut, akan meluruh. Peluruhan dinding Rahim inilah yang dikenal dengan menstruasi.  Karena dinding rahimnya meluruh, otomatis jaringan di sekitarnya akan terluka dan mengeluarkan darah. Darah inilah yang keluar pada saat menstruasi. Itulah sebabnya kenapa pada saat seorang perempuan menstruasi akan mengalami sakit perut yang teramat sangat.

Menurut bukunya Mbak Dita, ada beberapa tanda pada saat berlangsungnya menstruasi. Di antaranya adalah perut terasa mulas, panas, dan kadang mual. Mulas dan panas ini terjadi karena apa coba? Yup betul, karena ada jaringan yang meluruh dan luka. Tanda lainnya adalah sakit kepala dan pusing, keputihan, serta nyeri dan bengkak pada payudara. Nah kenapa yang terluka di dalam Rahim, tapi yang bengkak kok payudara? Ini akan dibahas nanti ya. Intinya, pada saat menstruasi ini ada pengaruh hormon dalam tubuh perempuan. Hormon ini namanya hormon LH (Luteinizing hormone) dan Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon).

Kemudian, yang perlu diketahui lainnya tentang menstruasi adalah jumlah volume darah yang dikeluarkan. Menurut bukunya Mbak Dita, jumlah volume darah yang keluar pada saat haid, tidak sama. Tergantung setiap individu. Namun jika dirata-ratakan, umumnya Antara 25-60 ml. Dan darah yang keluar tersebut (selama dalam batas normal), tidak akan menyebabkan anemia.

Menstruasi ini akan bersiklus. Setiap bulan, lapisan dinding Rahim yang menebal tersebut akan selalu meluruh. Jika teratur, anda dapat menghitung kapan masa subur, dan kapan haid. Siklus menstruasi ini berbeda-beda pada setiap perempuan. Antara 21 hari sampai dengan 40 hari.

Jadi kalo bulan ini anda belum keluar haid, jangan dulu panik. Bisa saja siklus haid anda adalah 40 harian. Atau kalau dalam dua bulan anda haid sampai tiga kali, juga jangan panik. Bisa saja siklus haid anda adalah siklus haid pendek, 21 harian.

Lalu kenapa ketika seorang perempuan pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi (alat KB), siklus menstruasinya menjadi berbeda dan volume darahnya pun berbeda?

Pada artikel berikutnya, saya akan coba tuliskan kaitan Antara alat KB dan menstruasi. Ditunggu saja yaaa…

Salam (HS. 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s