IUD dan Penderita Kanker Serviks

Assalamualaikum Wr Wb.

Bagian-bagian rahim. diambil dari alat peraga sist.reproduksi perempuan BKKBN (foto by HS.2011)
Bagian-bagian rahim. diambil dari alat peraga sist.reproduksi perempuan BKKBN (foto by HS.2011)

Apakabar  nih teman-teman pengunjung blog tentangkb?  Puasanya masih lancar dong ya? Amin. Semoga selalu diberikan kelancaran.

Seperti yang telah saya sebutkan di postingan sebelumnya, bahwa  jumlah komen yang masuk saat ini mencapai 670-an komentar. Dan saya baru jawab beberapa saja. Itu pun agak-agak kesulitan mencari referensi jawabannya, karena pertanyaan yang masuk di kolom komentar adalah pertanyaan terkait efek samping medis yang dialami oleh anda. Padahal saya tidak punya basic kedokteran sama sekali. Hanya pernah belajar biologi semasa sekolah S1. Dimana di dalamnya ada mata kuliah kesehatan reproduksi. Itu saja.

Nah terkait komentar medis tersebut, saya mencoba berkonsultasi dengan salah seorang dokter di salah satu RS di Tangerang. Alhamdulillah, beliau bersedia menjawab walaupun tidak saya bayar. Terima kasih banyak Dok.

Nah kali ini saya akan sedikit mengulas pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang penanya. Pertanyaannya begini:

  1. Kenapa orang dengan kanker serviks tidak boleh dipasang IUD?
  2. Kenapa IUD tidak boleh dipasang pada perempuan yang memiliki Rahim pendek? Apa dampaknya jika dipaksakan dipasang pada Rahim pendek tersebut?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya tidak bisa langsung berdasarkan opini pribadi. Saya coba konsultasikan dengan dua orang dokter sekaligus, karena saya tidak mau memberikan jawaban yang menyesatkan bagi penanya, khususnya, dan bagi anda para pembaca para umumnya.

Baiklah, saya coba tuliskan jawaban yang saya peroleh dari salah seorang dokter umum di sebuah rumah sakit di Bandung. Berikut adalah jawabannya:

“Sebenarnya dari beberapa penelitian IUD dipercaya untuk mencegah atau meminimalisir terjangkitnya kanker serviks. Namun pada beberapa kasus kanker serviks, perempuan penderita dihindari untuk memasang IUD dikarenakan ada kemungkinan terkena efek penggunaan IUD. Seperti pendarahan dan infeksi. Sebenarnya pemakaian IUD ini tidak dilarang, namun harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis. Beberapa kasus seperti tumor, infeksi menular seksual (IMS), kehamilan, dan diabetes juga dihindari. Bukan karena IUD nya, tapi dikhawatirkan ada efek samping yang malah memperkuat kankernya.”

Jawaban di atas diperkuat dengan jawaban dari salah seorang dokter ahli kandungan di salah satu RS Swasta di kawasan Tangerang. Berikut penuturan dokter Sp.OG tersebut:

“Sebenarnya pada kanker serviks, atau dugaan kanker serviks memang tidak direkomendasikan untuk dipasangi IUD, karena: (1) Bercak darah yang kadang keluar pada akseptor IUD jadi tidak jelas karena IUD atau karena kanker serviks. (2) Bisa jadi sugesti pasien karena IUD maka timbul kanker serviks, atau malah menjadi semakin parah. (3) Kalau kanker serviks sudah besar, stadium 2A dan seterusnya, mulut Rahim sudah kaku keras dan rapuh. Tidak bisa dipegang dengan tenakulum pada saat pemasangan IUD. (4) Kanker serviksnya jauh lebih penting untuk diterapi daripada mikirin KB-nya. Yang aman kondom dulu. Sehingga mengurangi resiko penularan terhadap suami. 97% kanker serviks disebabkan infeksi HPV tipe 16 dan 18. Penularan kanker serviks hanya lewat kontak kulit, bukan minuman atau lewat udara.”

Kemudian terkait pertanyaan nomer 2, dokter yang pertama memberikan penuturan seperti ini:

“Untuk pemasangan IUD, setahu saya ukuran Rahim tidak boleh dibawah 5 cm. kenapa? Karena dapat menyebabkan insersi yang tidak baik dari IUD, seperti eksplusi. Kerja kontraseptif tidak efektif, dan perforasi usus.”

Nah, dari dua jawaban dokter yang saya tanyai, anda bisa menyimpulkan jawaban yang terbaik untuk anda. Semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan bagi anda yang membutuhkan informasi terkait IUD bagi penderita kanker Rahim.

Salam (HS. 22062015)

Iklan

One thought on “IUD dan Penderita Kanker Serviks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s