Sehat itu Mahal…

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain tubuh sehat. Ketika terkapar sakit seperti ini, saya baru menyadari bahwa sehat itu memang mahal harganya.

Ketika tubuh sehat, kita beraktifitas tanpa ada hambatan. Rutinitas pun dikerjakan tanpa beban. Bahkan kadang, saking rutinnya kita bekerja, kita malah lupa bersyukur dengan nikmat sehat yang diberikan.

Kenapa di awal paragraf saya tulis: Tidak ada yang lebih menyenangkan selain sehat? Karena memang pada saat sehatlah saya bisa beraktifitas. Dan buat saya, bisa beraktifitas tanpa hambatan itu menyenangkan. (Iya bisa bilang gitu, soalnya pas nulis ini lagi sakit hehehe. Coba kalo sehat, lain cerita kayaknya wkwkwkwk)

Memang, sehat itu mahal harganya. Dan itu baru saya rasakan ketika terserang bakteri Salmonella parathypii dan Salmonella thypii.
Jika ditotal, ternyata types yang bersarang di badan saya ini sudah satu bulan lebih. Dan gegara ada dua jenis kuman mbandel di tubuh saya ini, saya jadi harus keluar banyak duit. Ke dokter anu, ke dokter ini, ke internist itu, beli obat ini, beli obat itu, cek lab a, b, c, dan segala macemnya.

Kenapa dua jenis kuman itu membanyak lagi? awalnya sih gegara saya kecapekan, ga teratur makan, juga kurang minum. Udah tau saya kurang minum dan kecapekan, saya masih memaksakan diri untuk berolahraga. Karena ya itu tadi sehat itu menyenangkan buat saya, makanya saya berusaha untuk menjaga kesehatan dengan mengikuti latihan di pusat kebugaran di belakang kantor pusat telkom jalan japati Bandung. Tapi ya itulah saya ga kontrol, padahal badan saya udah mau ambruk, tapi tetep aja saya paksakan. Alhasil badan sayapun menagih haknya untuk beristirahat, jadilah types yang pernah saya derita semasa smp dan sma saya kambuh lagi (curcol deh).

Salah satu teman saya bilang: memang sakit itu gak jauh-jauh dari tabungan aktivitas.

Saya rindu sehat lagi. Rindu beraktifitas lagi. Betapa kesehatan itu adalah nikmat yang jarang saya syukuri selama ini, ternyata. Tapi mungkin sekarang saya bedrest berhari-hari juga ada hikmahnya. Bahwa saya disuruh beristirahat dari kegiatan-kegiatan rutin harian saya antara kantor-kost yang kalo diperhatikan memang terlihat membosankan. Saya juga istirahat dari beban-beban psikologis saya yang berkaitan dengan sugesti adanya mahluk tak terlihat yang menjadikan saya merasa tidak betah di tempat kost. Dan mungkin, saya menjadi lebih dekat dengan ibu, karena beberapa hari selama saya bedrest, saya istirahat di rumah ibu.

Jadi harusnya tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bersyukur (bener ga kalimatnya? Intinya mau ngomong saya harus bersyukur, ribet amat) dengan kondisi sakit ini. Saya harus ingat dan harus sabar bahwa Allah SWT sedang menguji saya, dan juga memberikan waktu istirahat sejenak sebelum saya beraktifitas kembali. Saya juga harus mensyukuri nikmat istirahat ini sebagaimana saya mensyukuri nikmat kesehatan yang memang mahal harganya itu.

Saya harus bisa mengambil pelajaran bahwa jika kondisi yang belum 100% prima, tapi dipaksakan bekerja, maka hasilnya badan saya ambruk lagi. Setidaknya dari pengalaman demikian, saya harus punya acuan berapa persen kondisi badan saya, dan saya harus bisa menolak keinginan atasan saya jika memang kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk bekerja. Kalo misalnya saya runut, dan saya boleh menyalahkan, ya kambuhnya types saya yang kedua kali dalam sebulan ini, yaaa ada kaitannya dengan ketidakberdayaan saya menolak perintah atasan ketika badan saya belum seratus persen pulih itu tadi. Tapi sudahlah, kurang bagus juga saya menyalahkan keadaan, toh saya sendiri yang memang ngga berdaya walaupun sudah berdiplomasi.

Sungguh, saya rindu untuk sehat lagi. Semoga kuman-kuman Salmonella thyposa dan Salmonella parathypii yang saat ini mendiami tubuh saya, mau berkompromi untuk segera enyah agar saya bisa sehat seperti sediakala. Semoga Allah memberikan kesehatan lagi bagi saya, dan juga bagi semua yang sedang terkapar tak berdaya saat ini. Amin… (HS).

Nb: untuk para pembaca dan pengunjung blog ini, terutama buat yang udah komen dan menunggu balasan komen, maaf ya belum sempet dijawab atu-atu, sayanya msh opname nih. Doain ya, mudah2an segera pulih lagi. Amin…

Cjr31102012
Sent by  BlackBerry®

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

One thought on “Sehat itu Mahal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s