Tentang KB Pria (1) – Sistem Reproduksi Pria

kondom, salah satu metode KB untuk kaum pria (doc HS.2011)

Jika selama ini tulisan yang saya upload lebih banyak memberikan informasi seputar KB untuk perempuan, kali ini saya coba ketengahkan KB untuk pria. Sebenarnya hal ini sudah saya informasikan sekilas di sini. Namun ada baiknya saya sajikan lagi kepada anda, siapa tau memang banyak yang membutuhkan informasi ini. saya hanya melengkapi apa yang sudah anda temukan di google.

Saat ini baru dua saja metode kontrasepsi bagi kaum pria. Adalah MOP (metode operasi pria) atau lebih dikenal dengan istilah vasektomi, dan kondom. Keduanya saat ini masih menjadi andalan bagi kaum pria yang sudah concern dengan program KB. Namun beberapa masa ke depan, akan ada metode baru bagi kaum pria yaitu pil KB pria.  Mengenai pil KB pria ini, pihak peneliti dari UNAIR sedang melaksanakan finishing research sehingga kita tinggal menunggu saja peluncuran metode KB tersebut.

Sebelum membahas beberapa cara mengenai metode KB Pria ini, ada baiknya anda memahami terlebih dahulu sistem reproduksi pria.

Sistem reproduksi pria merupakan sistem yang memproduksi sel sperma yang akan membuahi sel telur untuk membentuk keturunan.

Yang akan kita bicarakan dalam sistem reproduksi pria dalam catatan ini meliputi organ reproduksi pria, proses pembentukan sperma, dan seputar hormon pada pria. Mengenai organ reproduksi, akan dibahas lebih awal karena selain sebagai pembuka catatan lainnya, juga agar anda para pembaca lebih mengetahui apa dan bagaimanakah organ reproduksi pria tersebut.

Organ Reproduksi Pria

Seperti pada bahasan organ reproduksi wanita, maka pada organ reproduksi pria pun dibagi menjadi dua bagian yaitu organ reproduksi bagian dalam dan organ reproduksi bagian luar. Untuk organ reproduksi bagian luar, adalah organ-organ reproduksi pria yang tampak berada di luar tubuh. Sedangkan organ reproduksi bagian dalam terletak didalam tubuh dan terlindung oleh bagian tubuh lainnya.

  1. Organ reproduksi bagian luar

Organ reproduksi bagian luar terdiri atas penis dan kantong buah zakar (skrotum).

Penis merupakan organ erektil tanpa tulang. Strukturnya terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons yang disebut corpus cavernosa. Sedangkan satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons corpus spongiosum (yang membungkus uretra). Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kantung kemih ke luar tubuh. Uretra inilah yang dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa tersebut. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

Selain itu ada juga skrotum alias kantung testis atau biasa menyebutnya zakar. Skrotum ini merupakan kantung tipis yang berkerut-kerut dan bertindak sebagai pengontrol suhu testis. Agar testis dapat memproduksi sperma dengan normal, maka suhu testis harus sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh.

Pada skrotum terdapat sebuah otot yang bisa mengendur dan mengencang secara elastis. Otot tersebut dinamakan otot kremaster. Otot kremaster ini berfungsi untuk mengatur jarak testis dari tubuh. Ketika suhu tubuh panas, maka otot kremaster ini akan mengendur sehingga skrotum agak menjauh dari tubuh, namun ketika udara dingin otot kremaster mengencang sehingga skrotum lebih dekat dengan tubuh. Dengan demikian suhu testis tetap berada dalam kondisi normal.

  1. Organ reproduksi bagian dalam

Berbicara organ reproduksi bagian dalam, maka kita akan berbicara tentang organ-organ yang tidak terlihat alias tidak tampak. Apa saja memang bagian-bagian dari organ reproduksi pria tersebut yang terletak di bagian dalam ini?

Organ reproduksi bagian dalam terdiri dari beberapa bagian. Yaitu:

–       testis : Testis ini berjumlah sepasang dan merupakan organ reproduksi bagian dalam yang menonjol keluar. Bentuknya oval dan terletak didalam kantung skrotum. Merupakan pusat produksi sperma. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa suhu testis ini harus lebih rendah daripada suhu tubuh agar produksi sperma tetap normal. Selain memproduksi sperma, testis juga berfungsi mengatur hormon testosteron. Hormon testosteron adalah hormon yang mempengaruhi seksualitas pada pria.

–       Epididimis: terletak diatas testis dan merupakan saluran yang panjangnya sekitar 6 meter. Epididimis ini berfungsi mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.

–       Vas deferens : atau juga disebut saluran sperma. Merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas yang merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani

–       Ductus ejakulatorius: disebut juga saluran ejakulasi. Merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dan saluran sperma. Fungsi saluran ini adalah menyalurkan saluran sperma ke dalam uretra.

–       Kelenjar asesoris: terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper. Vesikula seminalis gunanya sebagai kantung semen, fungsinya memberikan nutrisi pada sperma karena dinding vesikula seminalis ini menghasilkan bahan makanan bagi sperma. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma. Kelenjar cowper merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

–       Uretra: merupakan saluran akhir sistem reproduksi yang terdapat di penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

Nah bagian-bagian diatas adalah organ reproduksi pada pria. Anda sekarang lebih mengenali lagi bagian-bagian organ reproduksi laki-laki selain yang tampak dari luar saja. Jadi diharapkan ketika dibahas mengenai metode kontrasepsi pria, ada sudah mulai paham dengan istilah-istilah yang akan disebutkan yang merupakan bagian dari organ reproduksi.

anatomi pria, ilustrasi diambil dari blog http://www.gurungeblog.wordpress.com

(bersambung ke bagian berikutnya)

Iklan

4 thoughts on “Tentang KB Pria (1) – Sistem Reproduksi Pria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s