Tentang Tubektomi 3 (Habis)

Bagian-bagian rahim. diambil dari alat peraga sist.reproduksi perempuan BKKBN (foto by HS.2011)

Bulan Oktober ini, saya sudah mengupdate blog ini sebanyak tiga kali. sesuatu yang jarang saya lakukan, karena biasanya saya hanya menayangkan tulisan paling banyak dua sampai tiga tulisan dalam satu bulan. Bukan apa-apa, ini hanya untuk menjaga konsistensi keterbacaan blog ini semata.

Namun bulan ini saya sengaja menayangkan beberapa tulisan berseri. Yaitu tentang Tubektomi. Bagian pertama, bisa anda baca di sini. Bagian kedua bisa anda baca di sini. Dan sekarang anda membaca bagian ketiga sekaligus bagian terakhir tentang tubektomi.

Seperti yang sudah saya tuliskan pada bagian sebelumnya, tubektomi itu adalah metode KB dengan cara melakukan operasi pengikatan saluran rahim seorang akseptor perempuan. Metode operasinya bisa laparoscopi atau minilaparotomi. Silahkan anda googling mengenai dua metode operasi tersebut. saya tidak terlalu berkompeten untuk menjelaskannya.

Pada bagian penutup ini, saya akan memberikan dua informasi penting. Yaitu waktu pelaksanaan MOW dan juga surat persetujuan alias informed consent. Selamat membaca.

 

Kapan Tubektomi bisa dilaksanakan?

Sudah mantapkah anda memilih tubektomi sebagai metode kontrasepsi pilihan anda? jika iya, pertanyaan di atas memang tepat anda layangkan. Kapan tubektomi bisa dilaksanakan? Namun jika anda masih ragu, saran saya lebih baik anda berpikir ulang untuk melakukannya sebelum anda menyesal di kemudian hari. Kenapa demikian? Karena, sekali lagi, metode ini merupakan metode permanen yang sulit untuk dipulihkan kembali.

Tapi, apabila memang inilah pilihan anda, saya akan menjawab kepenasaranan anda atas pertanyaan di atas.

Tubektomi bisa dilaksanakan setiap waktu selama siklus menstruasi selama anda yakin tidak sedang hamil, atau diprediksi sedang hamil. Atau anda juga bisa menghitung dari situs menstruasi anda, yaitu hari ke 6 hingga hari ke 13 siklus menstruasi anda.

Apabila anda saat ini sedang hamil, dan merencanakan untuk melaksanakan metode tubektomi pascapersalinan nanti, maka disarankan anda memilih metode minilaparotomi dalam waktu 2 hari, atau setelah 6 minggu, atau 12 minggu pascapersalinan. Metode laparoskopi tidak tepat untuk anda yang baru bersalin.

Sedangkan untuk anda yang mengalami keguguran, dan ingin menghentikan untuk tidak lagi hamil karena satu dan lain sebab, maka triwulan pertama pasca keguguran boleh dengan metode minilaparotomi atau laparoskopi. Ketika masuk triwulan kedua pascakeguguran, hanya minilaparotomi saja yang diperbolehkan.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli kandungan jika anda menginginkan metode kontrasepsi ini sebagai metode kontrasepsi anda.

Informed consent

Pada sub bagian siapa yang diperbolehkan dan siapa yang tidak diperbolehkan ber-KB Tubektomi, anda sudah membaca sekilas tentang informed consent.

Apa itu informed consent? Informed consent adalah lembar pernyataan dan persetujuan bahwa anda akan memilih metode ini. Dalam informed consent ini terdapat lembaran yang harus ditanda tangani oleh anda dan juga suami anda.

Pastikan anda memperoleh informed consent terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi. Dan anda berhak untuk berubah pikiran setiap waktu, sebelum prosedur operasi ini dilaksanakan.

Jika benar-benar mantap, lembar persetujuan sudah ditanda tangani, maka operasi pun akan dilaksanakan. Jika sudah dilaksanakan, Jagalah luka operasi agar tetap kering hingga balutan operasi dilepaskan. Mulai lagi aktivitas anda secara bertahap (sebaiknya anda beraktivitas normal kembali setelah 7 hari pascaoperasi) untuk menjaga agar bekas operasi tidak menjadi infeksi.

Hindari dulu hubungan intim dengan suami hingga anda benar-benar merasa nyaman. Hindari pula mengangkat benda-benda berat dan bekerja keras selama 7 hari pertama setelah operasi. Jika bekas operasi terasa sakit, minumlah 1 atau 2 tablet analgesic penghilang nyeri setiap 4 hingga 6 jam. Buatlah jadwal kunjungan pemeriksaan secara rutin antara 7 hingga 14 hari setelah operasi.

 -hs-

Nah, metode operasi wanita alias tubektomi sudah anda ketahui sekarang. Sekiranya anda tertarik untuk ber-KB cara ini, saya menyarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Tapi sebelumnya, komunikasikan dahulu keinginan anda bersama suami, karena bagaimanapun, ketika anda memilih sebuah metode kontrasepsi, sudah selayaknya anda dan suami yang memilihnya bersama-sama.

 Namun jika anda ragu, sebaiknya anda mencari metode kontrasepsi lainnya. Komunikasikan pula terhadap suami agar dia yang menggunakan alat kontrasepsi untuk pria. (HS)

Iklan

40 thoughts on “Tentang Tubektomi 3 (Habis)

    1. banyak Mbu. biasanya pada perempuan hamil resiko tinggi yang melahirkan dengan cara SC. dan tentu saja itu atas persetujuan yang bersangkutan dan juga suaminya. ini lebih praktis karena tidak perlu operasi dua kali.

    1. memang masih mengundang perdebatan sih Mbu. sebagian menyatakan boleh, sebagian lagi ngga boleh.
      dulu sempat diharamkan karena memotong dan membuang salah satu bagian tubuh. tapi sekarang diakali dengan cara tidak memotong, tapi hanya mengikat saja. diikat aja ya mbu. jd sewaktu2 ikatannya bisa dibuka kembali.

  1. “Namun jika anda ragu, sebaiknya anda mencari metode kontrasepsi lainnya. Komunikasikan pula terhadap suami agar dia yang menggunakan alat kontrasepsi untuk pria. (HS)”

    Nice quote…hehehee…

    Thanks buat infonya. Sedang berpikir untuk memilih kontrasepsi ini, karena sekarang sedang hamil anak ketiga, dan ketiga2nya payah pada trisemester pertama. Ternyata kriterianya masuk tuh untuk melaksanakan tubektomi (memiliki anak lebih dari 2, hehehehhee…)

    1. hai mbak Reni
      hehehe, ya memang benar kan pria juga dituntut berpartisipasi aktif di program KB ini hehehe.

      mengenai pilihan anda untuk menjalani tubektomi, silahkan komunikasikan dulu dengan suami anda. mengingat metode ini adalah metode kontrasepsi seumur hidup.
      kalo anda sudah positif dan bulat, tinggal tunggu kelahiran anak ketiga anda. kalo misalnya melalui operasi sesar, mending langsung saat operasi saja. komunikasikan terlebih dahulu dengan tim dokternya. tapi kalo proses lahirnya normal, anda tunggu beberapa bulan setelah kelahiran.

      salam

  2. Sedang berpikir u/ melakukan ini,secara hamil 2x n dua2nya SC semua. Saya kira usia min 35th ternyata diatas 26 sudah bs ya…..skrg usia saya 30th. Rencana SC tgl 1 Sept besok,lg browsing2 info mengenai ini. Kr2 pemulihannya lbh lama ga ya klo bareng SC gt?

    1. Konsultasikan dulu dengan suami, juga dengan dokter yang akan menangani persalinan. Karena ini merupakan metode KB untuk seumur hidup. Harus benar2 sudah mantap bahwa anda,juga suami benar2 tidak menginginkan anak lagi. Jika sudah memilih metode ini, dan kelak anda menginginkan proses rekanalisasi, itu tidak mudah (meskipun memang sudah ada dokter yg mampu melakukannya).

      Mengenai pemulihan pasca sc, akan sama dengan pemulihan luka bekas operasi sc nya sendiri. jadi, jika memang sudah bulat, memang lebih baik dilakukan tubektomi berbarengan dg proses persalinan cesar, jadi semacam 1 paket dapat 2 🙂

      Semoga prosesnya lancar ya.

      Salam

  3. selamat malam 🙂
    sy mau nanya nih, bgmn pengaruh stelah dilakukan tubektomi thdp hormon ??
    yg kdua, apa benar tubektomi akan berdampak osteoporosis dini ?? terimakasih 🙂

    1. setau saya sih tidak ada perubahan hormon yang signifikan karena tubektomi ‘hanya’ mengikat saluran telur supaya sel telur tidak keluar. dengan begitu tidak akan terjadi kehamilan. tapi haid akan tetap lancar setiap bulan.

      ada hubungannya ga ya tubektomi sama osteoporosis? saya coba tanyakan dokter handy yaaa…
      salam

  4. mat siang dok. enam bulan lalu saya operasi cesar sekaligus tubektomi, karena keputusan tubektomi ternyata sala kana anak kami meninggal sebulan yang lalu, bisa ndak operasi rekanalisasi dilakukan setelah 1 tahun tubektomi.

    1. salam bu, beberapa temanKB menyebutkan, susah sekali melakukan rekanalisasi karena belum ada dokter yang menyanggupi mengingat biaya yang sangat mahal

  5. Slamat sore, sy desy. Sy mau tanya jika proses tubektomi dilakukan berbarengan dengan proses persalinan selesai apakah diperbolehkan? Adakah resikonya? Dan haruskah rutin memeriksakan kondisi rahim setelah tubektomi ke dokter kandungan? Terima kasih

  6. Selamat malam..taun 2010 sya prnh operasi karna hamil di luar kandungan n salah satu tuba saya udah di angkat…apakah saya tetap bisa steril?

    1. bisa mbak, karena masih ada satu saluran lagi yang bisa menyalurkan sel telur. (maaf baru ketemu komennya, jadi baru dibalas. ampir setaun yaaa -_-, ini saking banyaknya komentar yang masuk dan harus dimoderasi”

  7. Sya d steril usai mnjalankan sc, kta perawat sih d potong
    Sya nifas sampe -+50 hri
    Setelah itu tdk mens lgi, tpi pda usia ank 4, 5 bln sya tiba2 mens, skrng sya blom mens lgi, apkah itu sya hamil,..???
    Mohon pnjelasanny..?? Mksh

    1. belum tentu. biasanya setelah melahirkan memang pola haid akan sedikit tidak beraturan. tapi untuk memastikannya, silakan di cek ke dokter. cuman kayaknya sih bukan hamil ya

  8. Saya ibu anak 6 usia 40th yg tanpa direncanakan melakukan tubektomi saat caesar anak bungsu, tidak ada penjelasan dokter saat keputusan itu diambil. Sekarang saya menyesal, karena terasa sakit seperti kena cabe di sisi kiri kanan tempat tuba falopi itu dan masih terjadi nifas padahal sudah 60 hari berlalu. Sayang saya baca blog ini telat. Sekarang saya ingin rekanalisasi (terimakasih sudah menginfokan tempat praktek dokter yang dapat melakukannya), bagaimana pendapat bapak, karena saya menyesaal sekali sudah melakukan tubektomi ini

    1. Boleh tau menyesalnya karena apa bu?
      Memamng sih, Seharusnya dokter yg memberi tindakan tubektomi punya ijin dari ibu dan suami. Wajar sekali sekarang ibu menyesal karena tindakan tersebut dilakukan tanpa ada penjelasan. Padahal biasanya calon akseptor mow/tubektomi akan diberikan penyuluhan terlebih dahulu. Terkait kelebihan dan kekurangan tubektomi.

      Sebenarnya tindakan dokter tersebut baik, mengingat anak ibu sudah 6 dan usia ibu 40 tahun. Hanya saja, tindakannya dilakukan tanpa seijin ibu.

      Oya, tentang rasa sakit seperti kena cabe, mungkin itu bekas sayatan cesarnya bu. Bukan dari tuba falopii nya.
      Kalo darah nifas, tanpa tubektomipun akan tetap keluar banyak. Apalagi ibu sudah punya enam anak.

      Semoga rekanalisasinya berhasil ya
      Salam

      1. Kami menandatangani inform consent sih pak, tapi yang memberi penjelasan saat itu hanya ada bidan disana, dokternya tidak menemui kami untuk menjelaskan tindakan dan kondisi kami, ketemunya hanya pas operasi mulai berlangsung.
        Menyesal karena kami tidak mempelajari apa itu steril terlebih dahulu terlebih tindakan ini dilarang agama, kecuali misal kalau hanya diikat, karena kita ga mengerti maka kami asal pilih aja, putus, menyesal sekali rasanya.
        Tempo hari saya kontrol kata dokternya memang sakitnya dari ikatan tuba nya… sepertinya saya perlu rujukan untuk diperiksa oleh dokter yang bapak sebutkan di komen artikel bagian kedua untuk konsultasi, terimakasih sekali blog ini banyak membantu…
        Soal nifas, saat kelima anak saya yg lahiran normal tempo hari, nifasnya rata2 tidak lebih dari 2 minggu, cepat sekali rahimnya mengecil.. tapi saat ini.. bahkan sampai detik ini masih ada nifasnya pak… padahal udah 2 bulan 2 minggu… mudah2an di tempat rujukan saya mendapat jawaban nya kenapa…

      2. Mau laporan.. sudah ke beberapa dokter, dan jawabannya selalu sama, mereka semua menolak penyambungan ulang, rekanalisasi buatku itu ga perlu karena yang bisa ngerjainnya cuma sedikit orangnya da harganya mahal, setara naik haji =_=
        Rasa nyeri sebelah kiri dan kanan ternyata bener2 hilang setelah 4 bulan, sesuai penjelasan dokter yang saya temui, sepertinya karena ada robekan kiri kanan akibat bb bayi yang cukup besar.
        Sedih juga baca testimoni mba ayu axelle dibawah, ternyata steril dipotong nggak dijelaskan ke pasien…. bener sekali lagi buat ibu2 yang ingin di”steril” mohon pikirkan ulang dengan baik2 karena yang sudah terjadi tidak akan bisa dikembalikan lagi. Mantapkan pilihan karena kita nggak bisa melihat kebelakang, bener2 jadi manusia baru. Makasih pak Hadi atas artikel bermanfaatnya di sini…

      3. iya Mbak rin, di artikel saya beberapa kali dijelaskan bahwa proses rekanalisasi itu secara teori memang bisa. Tapi pada kenyataannya, susah sekali dokter yang melakukan rekanalisasi. itulah sebabnya ada persyaratan khusus mengenai proses tubektomi ini. salah satunya adalah syarat batas usia dan jumlah anak. dengan tujuan agar tidak menyesal di kemudian hari. sebenarnya usia muda seperti mbak Ayu belum disarankan untuk tubektomi, tapi mengingat riwayat kehamilan Mbak Ayu yang repot, mungkin dokter punya pertimbangan lain.
        Btw, makasih Mbak Rin sering2 berkunjung ke blog ini.

        salam

  9. maaf pak hadi….bolehkah saya tau dokter yang bisa buat konsultasi sebagaimana yang ditanyakan ibu rin…sy termasuk pasien spt ibu rin..terimakasih.

  10. Mau tanya ney Pak. Klo sdh melakukan tubektom yang ikat, apa msh ada kemungkinan hamil(kebobolan)??? krna saya sdh 2x pake kb lain pil dan iud tapi bs hamil jg

    1. Tubektomi, pada prinsipnya adalah mengikat/memotong saluran telur. jadi sel telur tidak akan pernah bertemu dengan sperma, sehingga tidak akan terjadi pembuahan. dengan kata lain, kecil sekali atau bahkan hampir tidak ada kemungkinan untuk hamil. kecuali Allah SWT berkehendak lain. terima kasih

  11. Siang pak, sekedar ingin sharing, saya melakukan sterilisasi dengan cara dipotong, bukan di ikat, karna ada beberapa yang di ikat terjadi kebocoran sehingga bisa hamil lagi pada tanggal 13 April 2015 lalu, saya ibu dari 4 orang anak usia 26 tahun, keguguran 2x, melakukan steril waktu persalinan anak ke 4 saya, jadi sekalian dibuka, sekalian di steril, untuk menstruasi, tepat waktu, selalu tanggal 5 tiap bulannya, untuk berhubungan dengan suami, tidak ada masalah, hanya terasa sakit di luka operasinya, waktu steril, dokternya tidak bertanya mau di ikat atau di potong, begitu selesai operasi, saya dikasih tabung kecil berisi gumpalan daging, itu apa yaa ? Saya melakukan steril yang pertama kondisi fisik, karena setiap hamil hb saya cuma 5, kemarin pun saat operasi 5x transfusi, 3x sebelum operasi 2x sesudah operasi, yang kedua karna jarak ke 4 anak saya dekat, anak terakhir merupakan anak ke 4, kandungan ke 6 jadi saya mantap dan yakin melakukan steril, karna tidak ada yg mendampingi saya saat operasi dan steril, saya tanda tangani sendiri form operasi caesar dan sterilnya. Semoga berguna sharing saya yaa. Terima kasih.

    1. Terima kasih sharingnya Mbak Ayu.. InsyaAllah sangat berguna buat Teman KB sekalian. Boleh ya saya jadikan testimoni dalam sebuah postingan khusus?
      Terima kasih, semoga sehat selalu yaa.

  12. Selamat siang Pak Hadi, iya silahkan apabila ingin dijadikan testimoni. Pesan saya untuk teman teman yang ingin melakukan sterilisasi (tubektomi) Jika anda telah berani mengambil keputusan untuk steril, janganlah sekalipun terbersit untuk menyesalinya. Yang pertama, itu sudah terjadi dan tidak akan mungkin bisa kembali, contohnya jam dinding, serusak-rusaknya jam dinding dia tidak akan berjalan mundur bukan ? Yang kedua, mantapkan hati yakinkan diri, berkonsultasilah dengan suami. Sebaiknya bagaimana, sebaiknya seperti apa. Cukup di ingat dalam hati dan pikiran saja, di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Terima kasih.

  13. Pak Hadi sy mau tny,usia brp Ibu ibu boleh disteril? Steril itu ada efek samping baik atau buruknya? Sy Ibu usia 35 tahun dgn 2 anak. Waktu melahirkan anak ke2 secara caesar usia saya saat itu 32 tahun, sy blng ama dokter kandungan sy bhw sy lsng ingin di steril,tp dokter kandungan sy blng jgn krn sy msh muda. Sy dan suami sdh sepakat hny 2 anak saja. Dan sy ingin kl pake KB di tubuh sy yg hny sekali sprt steril tubektomi. Terima kasih

    1. Halo Ibu Theresia Indri,
      terkait persyaratan MOW atau Tubektomi, sebenarnya saya pernah menuliskannya pada bagian kedua tulisan tentang tubektomi.
      berikut saya kutipkan kembali ya siapa saja yang boleh ber-tubektomi:

      Perempuan usia diatas 26 tahun
      Memiliki keturunan lebih dari dua
      Sudah memiliki keinginan dan keyakinan untuk tidak menambah anak lagi
      Perempuan yang jika hamil, akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius dan membahayakan.
      Memahami prosedur dan tindakan tubektomi, serta sukarela setuju dengan prosedur tubektomi.

      hanya saja, ketika mau bertubektomi, anda dan suami harus merencanakannya secara matang, karena tindakan tubektomi ini adalah operasi steril yang tidak bisa dikembalikan dengan mudah.

      Terima kasih

  14. Salam pak hadi, sy seorang ibu 3 anak usia 37thn…anak pertama lahir normal skr usianya sdh 14thn..anak k 2 dan k 3 lahir secara caesar d karenakan ketuban pecah dini dan jarak kehamilan yg tlalu dekat..
    Setelah saya melahirkan anak k 3 pd bln april 2013 secara caesar, berbarengan dgn operasi caesar sy lsg melakukan kb tubektomi dgn cara d ikat d karenakan d salah satu indung telur saya selalu ada kista yg tumbuh pd saat hamil…jd ovarium kanan sy d angkat dan saluran telur kiri sy d ikat…Dokter pun memberitahu kepada saya apabila saya ingin hamil kembali, akan ada resiko yg terjadi pd saya yaitu robeknya dinding rahim (saya sdh 2x caesar) mengingat usia sy yg sdh kepala 3 dan jumlah anak pun sdh 3… Jd saya dan suami memutuskan untuk tubektomi…insyaAllah saya sdh ikhlas…
    Yg ingin sy share dsini setelah melakukan tubektomi yaitu metode kb tubektomi nyaris tidak ada keluhan sakit pasca operasi apabila d lakukan oleh dokter ahli..contoh seperti saya, luka yg saya alami yaitu luka jahitan operasi caesar, jahitan pengangkatan indung telur dan luka pengikatan saluran telur…awalnya terasa perih2 sdkt itu hal wajar tp tdk berlangsung lama…mengenai kondisi tubuh pasca tubektomi pun nyaris tdk ada keluhan, haid tetap lancar setiap bulan, tidak ada perasaan was2 takut hamil lagi, hormonal tidak terganggu, dan secara psikologis lebih “leluasa” apabila kita betul2 ikhlas ingin melakukan kb tubektomi krn metode kb ini untuk seumur hidup…Saran saya sebelum melakukan kb ini, berdoa dahulu smg d mantapkan hati (jangan ada penyesalan), yakinkan dlm hati bahwa ini pilihan terbaik (syukuri anak2 yg sdh ada), berdiskusi yg mantap dgn suami serta ada dorongan positif dr suami..insyaAllah klo kita betul2 yakin dan mantap akan pilihan ini, metode kb tubektomi itu tdk akan ada keluhan dlm hal apapun baik fisik ataupun mental…

    Salam

  15. Setelah kehamilan ke 3 dengan sectio untuk ke3 kalinya saya langung kb tubektomi, setelah 1,5 thn tiba2 saya hamil tetapi diluar kandungan, lalu dilakukan operasi lg seperti seperti sebelumnya dan tubektomi ulang dengan dipotong tidak diikat seperti yg pertama. Setelah 2 minggu saya kembali berhubungan dengan suami, apakah itu membahayakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s