KB Bikin Mudik nggak Berabe

Kemarin, ketika saya mendapat tugas ke ibukota, selintas saya melihat banner iklan raksasa di salahsatu sisi jalan tol. Banner iklan tersebut tidak terbaca utuh. Hanya dua kata saja yang sempat saya tangkap dan rekam ke dalam otak. KB dan Mudik.

Tampak tidak ada hubungannya ya? Hehehe, memang, jauh banget. Mudik itu kejadiannya ketika mau lebaran, sedangkan KB itu biasanya mulai dipilih setelah melahirkan dengan tujuan menjarangkan dan menunda kehamilan berikutnya.

Beberapa waktu lalu saya pernah mendapat protes secara khusus dari salah satu sahabat saya, katanya tolong dong kalo instansi KB bikini klan, mbok ya yang nyambung gitu. Saya hanya bisa tertawa saja karena memang iklan yang dia maksud dan dia lihat di salah satu ruas jalan tol cipularang itu agak maksa. Pun demikian dengan iklan yang saya lihat, agak maksa juga, tapi saya kira justru KB dan Mudik menjadi berhubungan.

mau mudik seperti ini? - HS.2010

Mudik atau pulang kampung biasanya menjadi  tradisi tahunan setiap keluarga yang merantau. Mengadu nasib di kota yang berlainan dengan orang tua dan kerabat. Dan tradisi tahunan ini menjadi topik utama ketika menjelang lebaran karena memang momentum idul fitri merupakan momentum yang tepat untuk merekatkan tali silaturahmi.

Keluarga. Itu adalah pemeran utama dalam mudik tersebut. elemen di dalam keluarga pada umumnya terdiri dari ibu, ayah, dan juga anak. Dari sini mungkin bisa dilihat berapa banyak jumlah anggota keluarga yang ikut mudik. Betul tidak? Jika jumlah anaknya banyak, maka kemungkinan mudik menjadi lebih berabe. Berabe dalam hal biaya, akomodasi, dan fasilitas mudik dalam hal ini kendaraan. Katakanlah, dalam satu rumah ada tujuh anak yang harus dibawa mudik ke kampung, maka ketujuh anak tersebut haruslah kita persiapkan dan kita perhitungkan biaya perjalanannya. Oke, jika kita punya kendaraan pribadi, mungkin biaya perjalanan bisa ditekan. Namun apabila memakai fasilitas kendaraan umum? Terbayang betapa repotnya Bapak dan Ibu yang membawa serta tujuh anak tersebut. satu persatu anak harus dihitung ongkosnya. Belum lagi pakaian mereka. bekel mereka selama di kampung.

Itu baru akomodasi. Belum masalah pakaian anak-anak tersebut. bekal mereka di perjalanan, juga bekal mereka selama di kampung.

Nah, jika anak banyak seperti itu, apakah mudik kita akan menjadi nyaman? Saya yakin, secara berjamaah menjawab, TIDAK!

Sekarang, kita bayangkan jika anda ikut program KB. Menjarangkan kelahiran sehingga jumlah anak yang lahir tidak sebanyak orang tua kita di jaman dahulu. Mungkin mudik akan terasa lebih nyaman, bener nggak?

Dengan memiliki dua atau tiga anak saja misalnya, biaya operasional mudik akan lebih ringan sehingga anda bisa membawa oleh-oleh kota untuk kerabat anda di kampung. Perjalanan akan terasa lebih nyaman karena tim yang anda bawa juga tidak terlalu banyak. Mobil yang anda isi pun terasa lebih lega dan leluasa.

Oya, Anda juga bisa leluasa memberikan pengetahuan kepada anak-anak anda bahwa kehidupan bersahaja masa kecil anda adalah di tempat yang sedang mereka kunjungi. Dan anak-anak anda pun mungkin akan lebih paham dan mengenal siapa saja saudara-saudara mereka yang ada di kampung karena anda bisa leluasa memberikan bimbingan dan menerangkan kepada mereka tentang sesiapa saja kerabat anda.

Ah, inilah rupanya manfaat dari KB itu. Baru terasa ketika anak-anak sudah hadir di tengah-tengah kehidupan kita. mungkin di awal-awal anda pasca persalinan, anda sangat malas untuk ber-KB, tapi sekarang, saya yakin, anda akan bersyukur sudah pernah ber-KB. Makanya, sekarang saatnya anda mengajak orang-orang yang anda sayangi untuk ikut ber-KB juga seperti anda.

Pilihan alat kontrasepsinya macam-macam. Ada IUD, Implant, Pil KB, Suntik KB, atau mungkin juga KB untuk Pria. Silakan anda klik salah satu tautan alat kontrasepsi tersebut supaya anda bisa mengetahui apa saja manfaat dan keuntungan dari masing-masing alat tersebut. selanjutnya  informasi ini bisa anda sampaikan juga kepada kerabat anda di kampung. Anda bisa menjadi role model mengenai pentingnya ikut KB karena anda sudah mengikutinya. Saya berharap banyak keluarga dan kerabat serta handai taulan anda di kampung mengikuti program ini, sama seperti anda yang sedang membaca tulisan ini. Jadi, kemungkinan terbangunnya keluarga berkualitas akan lebih mudah tercapai.

Akhir kata, saya ucapkan selamat mudik bagi anda yang tengah siap-siap mudik (namun sekarang menyempatkan membaca artikel ini). Semoga perjalanan mudik anda lancar dan nyaman. Tidak riweuh dan rewel. Dan anda pun selamat sampai tujuan.

Tak lupa saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi anda yang merayakannya. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (HS)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s