Hamil Anggur di Usia 63?

gambar diambil dari us.images.detik.com

Beberapa waktu lalu, saya melaksanakan penyuluhan reguler di rumah sakit umum daerah Cianjur. Tepatnya di ruang pasca persalinan yang dinamai ruang Delima. Di ruang delima ini, kami para penyuluh KB, rutin melaksanakan penyuluhan dalam rangka program PKBRS kerjasama antara RSUD dan kantor BKBPP Cianjur. Penyuluhan yang saya berikan tersebut, biasanya mengetengahkan materi mengenai alat KB pasca persalinan. Saya pernah menuliskannya di sini.

Dalam penyuluhan yang dihadiri sepuluh orang ibu-ibu yang baru saja bersalin itu hanya berlangsung satu jam saja. Meskipun sebentar, terlihat para ibu tersebut antusias mendengarkan materi yang saya sampaikan.

Seperti biasa, sebelum materi disampaikan, saya selalu membuka penyuluhan tersebut dengan cara perkenalan. Baik memperkenalkan diri maupun mendata nama-nama peserta yang hadir dalam penyuluhan itu. Nah, ketika saya mendata satu per satu nama ibu-ibu yang hadir, saya terheran-heran manakala satu orang ibu menjawab bahwa usianya sudah 63 tahun, dan dia berada di sana karena baru saja kuret untuk  karena mengalami hamil anggur. Tentu saja saya heran, usia 63 bukanlah usia produktif lagi bagi seorang perempuan.

Karena saya tidak terlalu paham, maka saya pun berusaha mencari informasi mengenai apa itu hamil anggur.

Berdasarkan beberapa sumber bacaan yang saya baca, hamil anggur disebut juga mola merupakan kondisi dimana rahim tumbuh membesar namun tidak mengandung janin melainkan terisi oleh cairan yang terus membesar dengan bentuk yang menyerupai anggur. Jika dilihat dari luar, tampak bahwa perempuan yang menderita mola seperti sedang hamil seperti normalnya perempuan hamil. Namun jika diperiksa lebih lanjut, akan terlihat bahwa rahim tidak berisi janin.

Dari beberapa artikel yang saya baca, belum ditemukan faktor penyebab hamil anggur tersebut. Namun, diperkirakan bahwa mola ini terjadi karena faktor gizi yang rendah pada seorang perempuan. Selain itu faktor gizi, terlalu sering keguguran juga bisa memicu terjadinya hamil anggur.  Sesungguhnya hamil anggur ini merupakan tumor jinak yang terjadi di dalam rahim seorang perempuan karena janin yang gagal berkembang. Hamil anggur ini juga bisa disebabkan oleh trofoblas yang menempel pada bagian rahim dan akhirnya tumbuh. Trofoblas adalah sel bagian sisi dari sel telur. Trofoblas ini menempel pada bagian tali pusat dan akhirnya tumbuh seperti halnya janin.

Menurut dr. Atisa Edi Murbawani, Hamil anggur ini terjadi karena kurangnya asupan gizi serta adanya gangguan peredaran darah dalam rahim.

Hamil anggur ini terjadi, biasanya, pada perempuan usia subur yang menjelang menopause. Menurut penelitian para ahli biasanya hamil anggur ini terjadi pada perempuan yang ‘hamil’ di atas 45 tahun. Gejala yang terlihat pun sama seperti gejala hamil biasa. Perut membesar, terjadi ‘morning sickness’, dan pusing-pusing serta mual. biasanya rahim akan terlihat lebih besar jika dibandingkan pada kehamilan normal.

Jika kejadian hamil anggur ini tidak segera diatasi, ada kemungkinan menyebabkan kematian juga bagi sang ibu. Cara mengatasi hamil anggur ini adalah dengan dikuret (dikeluarkan).

Nah, oleh sebab itu, para perempuan harus menjaga kesehatan tubuh. Diantaranya adalah menjaga kebersihan daerah kewanitaan, menjaga asupan gizi, serta menggunakan alat kontrasepsi pun termasuk salah satu cara pencegahan terjadinya hamil anggur.

Kembali ke kasus ibu yang berusia 63 tahun tersebut, saya masih belum mendapatkan jawaban, apakah benar hamil anggur bisa terjadi di usia demikian? Saya pikir, mungkin ibu tersebut menderita tumor di bagian rahim dan bukan hamil anggur seperti pengakuannya. (HS)

Iklan

2 thoughts on “Hamil Anggur di Usia 63?

  1. maaf ya, mungkin usia dari siibu disini belum mencapai usia 63 tahun karena kadang-kadang ibu-ibu di pedesaan banyak yang lupa terhadap tanggal kelahirannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s