Partisipasi Pria dan Kesetaraan Gender

selama ini kaum perempuan lah yang menjadi subjek program KB - HS.2010

Sore ini saya sedang ngetwit bersama teman-teman. Tiba-tiba sebuah berita muncul di timeline saya yang berasal dari twit media berita yang saya follow. Saya menjadi tertarik untuk membaca berita karena berita itu isinya seputar program KB.

Judul berita yang dimuat di situs berita antaranews.com itu berjudul “KB Pria mampu mewujudkan kesetaraan gender”.

Dalam berita tersebut tertulis pernyataan kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief. Sugiri menyatakan bahwa Peningkatan partisipasi pria dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi adalah langkah yang tepat dalam upaya mendorong kesetaraan gender dan menyuksekan pencapaian pembangunan Milenium (MDGs) 2015.

Sugiri meneruskan pernyataannya bahwa kita tidak bisa menutup mata, selama kurun waktu 30 tahun keberhasilan program KB masih banyak didukung oleh peran wanita dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2002 tercatat tingkat pemakaian kontrasepsi adalah 60,3 persen. Kontribusi pria terhadap angka itu hanya 1,3 persen yang terdiri dari kondom saja.

Selain itu, Sugiri juga menyatakan bahwa akses informasi dan akses pelayanan KB pria menjadi terbatas karena minimnya kualitas pelayanan yang belum sesuai harapan, terbatasnya pilihan cara dan metode KB pria yakni kondom dan MOP, serta rendahnya dukungan politis dan sosial budaya.

Memang belum banyak pilihan untuk para pria berkontribusi dalam KB. Hanya ada dua saja, kondom dan vasektomi. Selain hal di atas yang disebutkan Sugiri Syarief, kendala lainnya mengenai partisipasi pria terhadap program ini adalah rendahnya minat pria untuk ber-KB, serta kurang sadarnya para pria untuk berpartisipasi dalam program ini, seperti yang tertuang dalam tulisan saya sebelumnya.

“ Peningkatan partisipasi pria untuk ber-KB ini dapat mendukung peningkatan pencapaian kesetaraan gender.” Demikian Sugiri Syarif berpendapat tentang hubungan partisipasi KB Pria dan Kesetaraan gender.

Sugiri melanjutkan, ” Dalam MDGs isu pertumbuhan penduduk, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tidak disebutkan secara eksplisit, namun banyak studi membuktikan MDGs tidak mungkin dicapai jika persoalan dasar kependudukan tidak ditangani dengan baik.”

Terkait dengan hal itu, ada sedikit berita yang membuat para praktisi KB tersenyum lebih lebar. Apa pasal?

BKKBN Pusat bekerja sama dengan Unair Surabaya dan PT Indofarma melaksanakan penanda tanganan nota kesepahaman atau MoU dalam bentuk kerjasama berupa penelitian, pengembangan, produksi, pemasaran, sosialisasi, dan distribusi kontrasepsi pria dari ekstrak daun Justicia gendarussa (daun gendarusa). Penanda tanganan ini terjadi sekitar akhir oktober lalu.

Semoga saja dengan dikembangkannya alat kontrasepsi untuk pria yang lain, selain vasektomi dan kondom, akan memberikan angin segar dalam peningkatan partisipasi pria dalam kesertaannya mengikuti program KB. Dengan begitu harapan tercapainya kesetaraan gender akan berakselerasi sesuai dengan tujuan MDGs 2015. (HS)

Kareyo, 22122010

 

sumber: antaranews.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s