4 Alasan Program KB Tidak Lagi Menarik

Akhir bulan Nopember 2010 lalu, saya berkesempatan mengikuti sebuah pelatihan yang dilaksanakan di Balai diklat KB Bogor. Pada kesempatan pelatihan tersebut, saya berkesempatan mendengarkan paparan mengenai program KB dari kepala BKKBN Propinsi Jawa Barat, Drs. Rukman Heryana.

Paparan dari Pak Rukman, demikian beliau biasa disapa, menarik perhatian saya. Pak Rukman memberikan sebuah penjelasan mengenai program KB saat ini yang sudah mulai mengalami kemunduran dibandingkan lima belas tahun yang lalu.

Menurut Pak Rukman, ada empat alasan mengapa program KB tidak lagi menarik dan tidak lagi diperhatikan oleh pemerintah.

1. Tidak ada kejadian luar biasa
2. Tidak ada demonstrasi
3. Hasilnya tidak terlihat, dan
4. Tidak bisa dipakai kampanye.

Saya ingin menguraikan apa yang dikemukakan oleh Pak Rukman berdasarkan pemikiran dan versi saya.

Pertama, tidak ada kejadian luar biasa.

Program KB menjadi tidak menarik dan tidak diperhatikan oleh pemerintah karena tidak ada kejadian luar biasa yang berkaitan dengan program ini. Coba saja tengok kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi di negeri ini, serta merta akan menyedot perhatian pemerintah dan juga perhatian masyarakat Indonesia. Bencana adalah salah satu kejadian luar biasa.

Kedua, tidak ada demonstrasi.

Biasanya demonstrasi dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah. Tengok saja demo-demo yang terjadi di ibukota. Hampir bisa dipastikan itu akan menarik perhatian, setidaknya perhatian dari para pencari berita.

Dalam program KB, tidak pernah ada demonstrasi dari masyarakat yang menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan ber-KB warganya. Hal ini berkaitan dengan alasan nomer tiga, yaitu:

Ketiga, Hasil dari program KB tidak terlihat.

Tentu saja hasil dari program ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat seperti halnya program-program pemerintah lainnya. Program KB ini adalah program visioner yang hasilnya baru akan terlihat sekitar sepuluh hingga dua puluh tahun yang akan datang. Jumlah penduduk Indonesia sekarang ini adalah hasil kerja keras para petugas KB untuk menyadarkan warga agar mau ber-KB yang dimulai sejak tahun 1970-an.

Selama kurang lebih empat puluh tahun program ini berjalan, Indonesia berhasil menekan lebih dari 80 juta jiwa penduduk.

Benar apa yang dikemukakan pak Rukman. Output yang dihasilkan dari program KB ini tidak terlihat secara nyata. Hanya abstrak saja. Bandingkan dengan output yang dihasilkan oleh kementrian pekerjaan umum misalnya. Ketika pemerintah membuat program pembuatan jalan, maka rakyat akan dapat menikmati jalan baru tersebut secara nyata. Nah, program KB tidak seperti itu. output program ini tidak benar-benar nyata terlihat, namun ada.

Bingung?

Begini, saya coba sedikit kasih gambaran.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini lebih dari 230 juta jiwa. Itu setelah ada program KB. Jika program KB tidak dilaksanakan mungkin penduduk negeri kepulauan ini akan meledak hampir mencapai 300 juta jiwa. Dengan adanya program KB, hampir 82 juta jiwa dapat ditekan dan dikendalikan. Anda bayangkan jika 80 juta jiwa itu lahir di muka bumi Indonesia? Apa kira-kira yang akan terjadi?

Sekedar mengingatkan, saat ini saja, dengan jumlah penduduk seperti tercatat dari BPS, negeri kita sudah kaya akan masalah. Masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, lapangan pekerjaan, dan sebagainya seolah-olah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan Indonesia. Apa jadinya jika jumlah penduduk membludak jauh lebih banyak?

Silahkan direnungkan, bagaimana kira-kira kondisi sosial negeri ini?

Keempat, tidak bisa dipakai kampanye.

Benar, program KB tidak menjual untuk dipakai kampanye menarik suara massa. Tengok saja program-program yang selalu menjadi daya tarik para politikus tak jauh-jauh dari masalah: kesehatan gratis dan pendidikan gratis. Saya belum pernah mendengar KB gratis dalam orasi kampanye seorang calon pemimpin atau calon anggota dewan. Padahal, ketika masyarakat tahu bahwa alat kontrasepsi semacam IUD atau implant itu mahal harganya, dan para politisi jeli memanfaatkan momentum, saya percaya KB juga bisa jadi nilai jual di ranah politik.

Bagaimana caranya? Ini adalah PR saya dan orang-orang yang concern dengan program KB untuk memintarkan rakyat yang belum tahu KB sehingga nanti program KB akan mempunyai nilai jual yang setara dengan pendidikan gratis dan sebagainya itu. (HS)

Semoga ada ide untuk menyambung tulisan ini.
Kakimanangel, 171221010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s