Apa Yang Menarik dari KB?

Tidak ada! Hampir sudah menjadi kebutuhan di era saat ini, Zaman dimana kaum perempuan dan laki-laki sama-sama berkarir. Masa dimana pendidikan anak mulai menjadi sesuatu yang utama. Waktu ketika manusia mulai sadar bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga kualitasnya supaya tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.

Tapi coba tengok ke sekililing, buka mata fisik dan mata batin anda. Betapa banyak ternyata, kaum yang termarginalkan, yang berada dibawah garis kemiskinan, belum mengerti dan memahami kegunaan ber-KB. Sebuah ironi ditengah-tengah kehidupan modern. Bahkan masih ada yang beranggapan bahwa ber-KB itu haram karena mengubah takdir dengan cara menghalang-halangi hadirnya seorang manusia di muka bumi. Sebuah tinjauan yang, menurut saya, Keliru!

Sebagai sesama manusia, ada baiknya kita mengingatkan saudara-saudara yang belum mengerti akan pentingnya ber-KB untuk supaya mereka paham dan mengerti dengan konsep keluarga berkualitas karena dari keluargalah titik nol pendidikan seseorang dimulai.

Ketika peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) juni lalu, presiden SBY memberikan sebuah pernyataan “Budaya terbuka dengan berdialog harus lebih ditingkatkan lagi. karena jika keluarga berkualitas, masyarakat juga kan berkualitas. Jika masyarakat berkualitas, bangsa juga akan berkualitas”

Sebagai pilar utama pembangunan, sebuah keluarga menjadi tolok ukur dan patokan yang penting. Masyarakat berkualitas tercipta berasal dari keluarga yang berkualitas pula. Namun, bagaimana untuk mewujudkan keluarga berkualitas ini? Agaknya inilah PR kita bersama.

Sebenarnya pemerintah sudah membentuk badan yang menangani masalah KB dan Kependudukan. Namanya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Sebagai penyokong pembangunan berkelanjutan, BKKBN cukup concern dengan program KB-nya.  Melalui program KB, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk menjadikan keluarga mereka berkualitas. Kualitas keluarga ditentukan tidak saja dari segi materi, namun dari segi pendidikan dan pemikiran. Jika saja pemikiran masyarakat kita sudah setingkat lebih tinggi dari saat ini, maka kebutuhan untuk memajukan mereka pun akan sedikit lebih baik.

Pemerintah, dalam hal ini BKKBN, telah berupaya menyediakan program yang bisa meningkatkan kualitas masyarakat melalui program-program yang sifatnya pemberdayaan masyarakat. Ada program BKB, BKR, BKL, dan UPPKS. Andai saja semua memiliki interest di titik yang sama, bukan tidak mungkin akselerasi pembangunan nasional akan segera tercapai. Namun, sebagai seorang insider sistem birokrasi negeri ini, saya cukup miris dengan kepentingan-kepentingan individu yang disusupkan dalam program-program ini, sehingga program pemberdayaan yang digagas pemerintah seolah jalan ditempat, bahkan mengalami kemunduran.

Jadi apa yang menarik dari KB? Silakan anda jawab saja. Masih dibutuhkan atau tidak ya?

Saya hanya mengajak,  mari sukseskan lagi program KB. Ajak dan beritahu tetangga-tetangga anda untuk mengikuti program KB. Siapa tahu dengan terkendalinya pertumbuhan penduduk, pembangunan dalam negeri mengalami peningkatan. Setuju tak? (HS)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s