perkenalkan, ini BKB!

Bekerja di sebuah badan pemerintah, tapi bukan bumn lho, bukanlah sebuah pilihan yang menarik. Namun, karena sudah kepalang tercebur, tidak ada salahnya saya mengambil hikmah dan menikmati prosesnya sebelum datang tawaran menarik untuk pindah kantor hehehe. Pada awalnya saya mengira, bahwa bekerja di badan yang bergerak di bidang KB ini tugasnya hanyalah melulu penyuluhan dan membuat laporan tentang pencapaian KB saja, tapi perkiraan saya itu salah sodara-sodara. Ada banyak subbidang program yang harus dikerjakan, dan semuanya bermuara sama, yakni untuk peningkatan masyarakat Indonesia melalui peningkatan kualitas keluarga terlebih dahulu.
Adalah Bina Keluarga Balita, dipendekkan menjadi BKB. Sebuah upaya pemerintah melalui Badan pengelola KB apapun namanya, karena badan/dinas pengelola KB ini berbeda-beda ditiap kabupaten/provinsi. (Oot dulu: di tingkat nasional namanya BKKBN, di Provinsi Jawa Barat ada dua badan yakni BKKBN dan BPPKB atau Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB). Upaya ini dimaksudkan untuk membina keluarga yang sudah menjadi akseptor atau pengguna alat kontrasepsi dan memiliki anak Balita.
Untuk keluarga yang sudah mapan, menengah keatas, memiliki pendidikan yang mumpuni dan sudah sadar akan pentingnya pembentukan kualitas SDM keluarganya, BKB tidak begitu penting, mungkin. Tapi bagi keluarga miskin, yang sudah menjadi jumlah mayoritas di Republik ini, agaknya mengikuti BKB adalah sebuah catatan penting supaya mereka bisa menambah pengetahuan dan informasi mengenai tumbuh kembang anak balita.
Jika depdiknas memiliki program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang mana sasarannya adalah anak-anak balita yang berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu untuk masuk ke sekolah Playgroup atau TK, maka program BKB ini sasarannya adalah ibu atau orang tua dari anak-anak tersebut. Maka dari itu, salahsatu upaya agar program ini berjalan adalah dengan mengintegrasikan PAUD dengan BKB.
Memang output dari BKB ini bukanlah nominal seperti halnya BEELTE (Bantuan Langsung Tunai), melainkan pengetahuan dan informasi bagaimana caranya melakukan pola asuh kepada anak balita mereka sesuai dengan pola tumbuh kembang anak. Jadi agaknya masyarakat miskin tanah air tidak terlalu perduli untuk mengikutinya. Tulisan ini sekedar informasi saja bagi pembaca sekalian, yang memiliki tetangga miskin dan berniat untuk membantu mereka. Tidak ada salahnya untuk memberitahu mereka supaya masuk program BKB ini.
Dunia anak adalah dunia yang indah dan penuh kepolosan, sudah selayaknya selaku orang tua agar memiliki pengetahuan bagaimana sebenarnya pola asuh tumbuh kembang anak yang baik dan benar itu supaya sang anak kelak menjadi lebih berkualitas.
Salam
hadi

Iklan
Posted in Tak Berkategori

5 thoughts on “perkenalkan, ini BKB!

  1. kata2 ‘miskin’ kayaknya gk perlu diulang2 deh, hehehe..
    justru dg BKB ini biar orangtua jd pintar ūüėÄ
    maju terus BKKBN!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s